Seminar “Kompetensi Guru dan Implementasinya di Dalam Kelas”

Berdasarkan peraturan menteri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007 tentang standard kualifikasi akademik dan kompetensi guru, maka guru diwajibkan memenuhi 4 kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional. Agar mampu menjadi guru yang profesional, guru dituntut untuk memahami keempat kompetensi ini. Pemahaman ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga bagaimana keempat kompetensi ini dapat diterjemahkan dalam kehidupan guru, khususnya dalam praktek di kelas.

Keempat kompetensi ini memang harus dikuasai guru di setiap zaman. Dave Allan, seorang guru yang telah mengajar dari zaman ‘piringan hitam’ hingga zaman ‘I-Pod’ dalam sebuah wawancara (http://iatefl.britishcouncil.org/2011/sessions/2011-04-16/interview-dave-allan) menyatakan bahwa teknologi bisa berubah, tetapi prinsip-prinsip dasar dalam kegiatan belajar-mengajar tidak pernah berubah. Meskipun begitu, seorang guru tidak pernah mengajar dalam vakum. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak akan pernah terlepas dari kondisi sosial, ekonomi, politik, di sekitarnya. Hal ini berarti bahwa meskipun prinsip-prinsip dalam keempat kompetensi dasar sama dari zaman ke zaman, tetapi bagaimana menerjemahkan prinsip ini di dalam praktek harus disesuaikan dengan konteks kekinian.

Beberapa prinsip dasar dalam mengajar memang terkandung di dalam standar kompetensi guru, misalnya ‘menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, danintelektual’. Meskipun prinsip ini sangat mendasar, pertanyaannya adalah bagaimana prinsip-prinsip dasar itu dapat diterapkan dalam konsep kekinian? Bagaimana caranya agar guru bisa menguasai karakteristik peserta didik, padahal guru dibesarkan di zaman yang sama sekali beda dengan zaman di mana peserta didik tumbuh dan perkembang. Peserta didik hidup dengan akses yang begitu besar terhadap teknologi. Hal ini memengaruhi peserta didik dari berbagai aspek, termasuk dalam bola pikir, budaya, emosi, bahkan intelektualitas peserta didik. Bagaimana guru dapat menerjemahkan kompetensi di atas sesuai konteks kekinian? Bagaimana aplikasinya di dalam kehidupan guru, khususnya di dalam kelas?

Seminar “Kompetensi Guru dan Implementasinya di Dalam Kelas” merupakan satu langkah untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Seminar akan dilaksanakan, pada :

Hari/Tgl : Minggu, 24 Juli 2011
Waktu : Pukul 08.00 – 13.00 Wib
Tempat : Auditorium Fakultas Ekonomi Lantai 4
Universitas Bhayangkara (Ubhara) Bekasi
Jl. Perjuangan Bekasi Utara
Pemateri : 1. Itje Chodidjah (Teacher Trainer, Konsultan Pendidikan)
2. Gumawang Djati (Teacher Trainer di Bidang ICT)

Investasi : Rp. 20.000,-
Fasilitas : Snack, Sertifikat

Pendaftaran via SMS ketik NAMA#SEKOLAH#NO. TELP#KOMPETENSI ke 0878.7788.1524 – 0856.9237.1998 – 021.6849.9476 atau Via email ke igibekaksi@yahoo.com

2 thoughts on “Seminar “Kompetensi Guru dan Implementasinya di Dalam Kelas”

  1. Ping balik: Satu Tahun IGI Bekasi | IGI Bekasi

  2. Ping balik: Satu Tahun IGI Bekasi | IGI Bekasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s